Ya Allah, jadikanlah anakku 'Afifah Tahhirah As Sundus, Muhammad Sayyid Al Fattah, dan Muhammad Ayyasy Al Ghaniy, anak yang siddiq, amanah, fathonah, dan tabligh, amiin

KURIKULUM SMPN 1 PEMULUTAN



BAB IPENDAHULUAN

A.  Latar Belakang                                                     

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan, tujuan pendidikan ini meliputi tujuan pendidikan nasional yang disesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi suatu daerah. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 (PP. 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, 23 dan 24 Tahun 2006 tentang Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan dan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah yang mengamanatkan setiap satuan pendidikan untuk membuat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan BSNP Nomor 0141/BSNP/III/2006 tanggal 13 Maret 2006 dan Nomor 0212/BSNP/V/2006 tanggal 2 Mei 2006.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum ini. Selanjutnya penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mengakomodasi penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah mulai dilaksanakan sejak diberlakukannya otonomi daerah, sehingga dengan penyusunan KTSP memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, berdasarkan hal tersebut maka disusunlah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Pemulutan Kab. Ogan Ilir.
B. Tujuan Pengembangan
Tujuan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Pemulutan adalah untuk memberi acuan kepada Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di sekolah dalam mengembangkan program-program yang akan dilaksanakan, selain itu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Pemulutan disusun agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk: 1.belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2.belajar untuk memahami dan menghayati 3.belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif 4.belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain dan 5.belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses pembelajaran  yang aktif, inopatif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
C. Prinsip Pengembangan
Oval: 2Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Pemulutan dikembangkan dengan menggunakan prinsip: (1). Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab, untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. (2). Beragam dan Terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi dan gender, kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi. (3). Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni selalu berkembang secara dinamis, oleh karena itu semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. (4). Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stake holders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja, oleh karena itu pengembangan ketrampilan pribadi, ketrampilan berpikir, ketrampilan social, ketrampilan akademik dan ketrampilan vokasional merupakan keniscayaan. (5). Menyeluruh dan berkesinambungan, Substansinya mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. (6). Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat, kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. (7). Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah, kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
D. Prinsip Pelaksanaan
Oval: 3Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Pemulutan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip: (1). Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya, dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. (2). Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, b). belajar untuk memahami dan menghayati, b). belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, c). belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan d). belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. (3). Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral. (4). Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip, Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani (di depan memberikan contoh dan teladan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di belakang memberikan daya dan kekuatan). (5). Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan). (6). Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. (7). Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
E. Pengertian Istilah
1. Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Pemulutan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Pemulutan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pemulutan, kurikulum SMP Negeri 1 Pemulutan terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan dan silabus.
3. Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber/bahan/alat belajar, silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Pengembangan silabus menggunakan prinsip ilmiah, relefan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh, adapun langkah-langkah pengembangan silabus yang dilaksanakan adalah mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar, mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran, mengembangkan kegiatan pembelajaran, merumuskan indikator pencapaian kompetensi, penentuan jenis penilaian, menentukan alokasi waktu, dan menentukan sumber belajar.

4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode dan model pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN
A.     Tujuan Pendidikan
1.      Tujuan Pendidikan Nasional
Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
2. Tujuan Pendidikan Dasar
Tujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut
B. Visi dan Misi Sekolah
            Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun oleh SMP Negeri 1 Pemulutan untuk penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di SMP Negeri 1 Pemulutan, sekolah sebagai unit penyelenggara pendidikan memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu menyangkut : 1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; 2. Globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat; 3. Era reformasi; 4. Pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia; 5. Berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan;  6. Era perdagangan bebas.
Tantangan sekaligus peluang harus direspon oleh sekolah, sehingga visi sekolah diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut, visi tidak lain merupakan citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan dimasa dating, namun demikian visi sekolah harus tetap dalam koridor kebijakan pendidikan nasional, Visi juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan; Potensi yang dimiliki sekolah, harapan masyarakat terhadap pelayanan sekolah.
Dalam merumuskan visi dimana pihak terkait (stake holders) hendaknya bermusyawarah sehingga visi sekolah mewakili aspirasi berbagai kelompok yang terkait, dengan pendidikan, sehingga seluruh kelompok yang terkait (guru, karyawan, siswa, orang tua, masyarakat, pemerintah) bersama-sama berperan aktif untuk mewujudkannya
Visi SMP Negeri 1 Pemulutan adalah“Mewujutkan insan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beretika, aktif dan disipin dalam bertindak
Visi ini menjiwai warga sekolah kami untuk selalu mewujudkannya setiap saat dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan sekolah, Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah yang (1).berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian (2).sesuai dengan norma dan harapan masyarakat (3).ingin mencapai kemajuan prestasi (4).mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah (5).mendorong adanya perubahan yang lebih baik (6).mengarahkan langkah-langkah strategis (misi) sekolah dan (7).mewujudkan disiplin yang tinggi, budi pekerti yang luhur dan akhlak mulia yang berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa.
Untuk mencapai visi tersebut, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas, berikut ini merupakan misi SMP Negeri 1 Pemulutan adalah yang dirumuskan berdasarkan visi di atas (1).Mewujudkan warga sekolah beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (2).Menciptakan lingkungan sekolah yang indah, tertib dan sehat (3).Meningkatkan warga sekolah yang kreatif dalam bekerja dan bertanggung jawab (4).Menjadikan warga sekolah yang senantiasa aktif, inopatif dalam kegiatan belajar (5).Selalu mengutamakan disiplin dalam bertindak sehingga menghasilkan sumber manusia yang bermutu.
Oval: 7Mewujudkan misi di atas kami selalu menumbuhkan disiplin sesuai aturan bidang kerja masing-masing, saling menghormati, saling percaya, dan tetap menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan berdasarkan pelayanan prima, kerjasama dan silaturahim, penjabaran misi di atas meliputi (1).Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan serta pembiasaan secara efektif untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki siswa (2).Mengembangkan budaya bersih dan kompetisi bagi siswa dalam upaya meningkatkan kebersihan lingkungan (3).Menumbuh kembangkan penghayatan dan pengamalan terhadap nilai-nilai tanggung jawab agar kreatif dalam bekerja dan bertanggung jawab.(4).Menciptakan suasana yang kondusif dan kekeluargaan untuk mengefektifkan seluruh kegiatan sekolah terutama proses belajar dan mengajar (5).Mengutamakan sikap disiplin dalam bertindak agar tercipta sumber manusia yang bermutu dan berkwalitas.kerja sama dalam menyelesaiakan tugas kependidikan dan keguruan (6).Melestarikan seni dan budaya serta mengembangkan olah raga prestasi (7).Mengembangkan pribadi yang cinta tanah air  dan (8).Mengembangkan bekal kecakapan hidup untuk hidup mandiri. Misi merupakan kegiatan jangka panjang yang masih perlu diuraikan menjadi beberapa kegiatan yang memiliki tujuan lebih detail dan lebih jelas.
C. Tujuan Sekolah
Tujuan sekolah merupakan jabaran dari visi dan misi sekolah agar komunikatif dan bisa diukur, adapun tujuan SMP Negeri 1 Pemulutan mengacu pada tujuan umum pendidikan dasar yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Secara khusus sesuai dengan visi dan misi sekolah, maka tujuan SMP Negeri 1 Pemulutan pada akhir tahun pelajaran 2011/2012, adalah (1).Terwujutnya suasana yang relegius dan berakhlaq muliah di lingkungan sekolah (2).Terwujudnya lingkungan sekolah yang dinamis (3).Terwujudnya nuansa kerja warga sekolah yang dapat dipercaya (4).Terwujudnya siswa berprestasi dalam bidang akademik, olah raga dan seni (5).Terwujudnya jumlah lulusan yang diterima disekolah negeri atau sekolah pavorit
Untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dibakukan secara nasional sebagai berikut :1.Meyakini, memahami dan menjalankan ajaran agama yang diyakini dalam kehidupan; 2.Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya dan memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab; 3.Berpikir secara logis, kritis, kreatif, inovatif dalam memecahkan masalah, serta berkomunikasai melalui berbagai media; 4.Menyenangi dan menghargai seni; 5.Menjalankan pola hidup bersih, bugar dan sehat; dan. 6.Berpartisipasi dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air.Selanjutnya atas keputusan bersama guru dan siswa, SKL tersebut lebih kamirinci sebagai profil siswa SMP Negeri 1 Pemulutan sebagai berikut :1.Mampu menampilkan kebiasaan sopan santun dan berbudi pekerti luhur sebagai cerminan akhlak mulia, iman dan taqwa; 2.Mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar; 3.Mampu mengaktualisasikan diri dalam berbagai seni dan olah raga sesuai pilihannya; 4.Mampu mendalami cabang pengetahuan yang dipilih; 5.Mampu mengoperasikan computer untuk program Microsoft word, excel dan internet; 6.Mampu melanjutkan sekolah ke SMA/SMK terbaik sesuai pilihannya melalui pencapaian target pilihan yang ditentukan sendiri; 7.Mampu bersaing dalam mengikuti berbagai kompetisi akademik dan non akademik di tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi dan nasional; dan 8.Mampu memilki kecakapan hidup personal, sosial, environmental dan pra- vocasional.

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A.           STRUKTUR KURIKULUM
Struktur Kurikulum SMP Negeri 1 Pemulutan meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun yakitu pada Kelas VII, VIII dan Kelas IX, struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Kurikulum SMP Negeri 1 Pemulutan memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel Struktur Kurikulum, muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada, substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru, pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, pendidik atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik
2. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS 4. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.
3. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
4. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) 2011/2012 semester gazal 24 minggu dan semester genap 28 minggu.

5. Struktur Kurikulum SMP Negeri 1 Pemulutan disajikan dalam tabel di bawah ini:
NO
KOMPONEN
KELAS DAN JUMLAH JAM
VII
VIII
IX
  1. Mata Pelajaran Pokok
1
Pendidikan Agama
2
2
2
2
PKn
2
2
2
3
Bahasa Indonesia
4
4
4
4
Bahasa Inggris
4
4
4
5
Matematika
4
4
4
6
IPA
4
4
4
7
IPS
4
4
4
8
Seni Budaya
2
2
2
9
Penjasorkes
2
2
2
10
TIK
2
2
2
  1. Mata Pelajaran Muatan Lokal
1.             
Kerajinan
-
2
2
2.        
BTA
2
-
-
Jumlah
32
32
32
  1.  Pengembangan Diri



1
Pelayanan Konseling



2
Ekstra Kurikuler




a.
Kepramukaan **)




b
Olah Raga **)




c
Kesenian **)



**) = Ekuivalen 2 jam pelajaran
B.         MUATAN KURIKULUM
Muatan Kurikulum SMP Negeri 1 Pemulutan meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX, muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum
1. Mata Pelajaran
Mata Pelajaran beserta alokasi waktu yang ditempuh oleh siswa di SMP Negeri 1 Pemulutan berdasar Standar Isi sebagaimana tercantum pada Struktur Kurikulum SMP Negeri 1 Pemulutan
2. Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, muatan lokal yang dipilih di SMP Negeri 1 Pemulutan adalah mata pelajaran Keterampilan dan BTA
Alokasi waktu Muatan Lokal Keterampilan dan BTA sebagaimana tercantum dalam struktur kurikulum adalah 2 jam pelajaran.

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum SMP Negeri 1 Pemulutan,  pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah
Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi/dilaksanakan oleh konselor, dan kegiatan ekstra kurikuler dapat dibina oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangnya. Pengembangan diri yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pemulutan meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram
Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya, kegitan tidak terprogram dilaksanakan secara lansung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang diikuti oleh semua peserta didik, adapun rincian kegiatan yang dilaksanakan adalah:
A.     Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan:
      Pelayanan konseling, Pelayanan bimbingan konseling meliputi:
a)    Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.
b)    Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
c)    Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
d)    Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling:
a)      Di dalam jam pembelajaran sekolah.
1)    Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dilakukan di dalam kelas.
2)    Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 1 (satu) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal (namun untuk Tahun Pelajaran 2011/2012 di tiadakan program tatap muka dikelas.
3)    Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
b)      Di luar jam pembelajaran sekolah.
1)    Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.
2)    Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
3)    Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada kepala sekolah.
1)    Ekstra kurikuler
a)      Jenis kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan adalah:
a.    Pramuka
b.    Kesenian
c.    Olah Raga.
b)      Pembina kegiatan ekstra kurikuler adalah pendidik dan atau tenaga kependidikan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan pada substansi kegiatan yang dimaksud.
c)      Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan pada sore hari dengan durasi waktu 2 jam sesuai dengan jadwal yang ditentukan sekolah.
B.       Kegiatan pengembangan diri tidak terprogram dilaksanakan dalam bentuk:
1.    Rutin,
a)    Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dalam bentuk kegiatan:  Berdo’a pada awal dan akhir pelajaran, Sholat dzuhur berjamaah dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran,  Pengumpulan dana sosial berupa Infaq, setiap hari Jum’at .
b)    Bela Negara dalam bentuk kegiatan: Upacara bendera dilaksanakan setiap hari senin dan setiap peringatan hari besar nasional; Melaksanakan tata tertib sekolah
c)    Pengembangan Wawasan dalam bentuk kegiatan kunjungan ke perpustakaan dan “akses internet di sekolah”
d)    7 K dengan bentuk kegiatan : Berpakaian Rapi dan Sopan; Kebersihan lingkungan kelas;  Membuang sampah pada tempatnya; UKS; Perawatan taman kelas; dan  Menjaga ketertiban, keamanan dan kekeluargaan.
2.    Spontan.
a)    Memberi salam pada saat memasuki ruangan;
b)    Memberi salam dan atau jabat tangan kepada bapak ibu guru, karyawan dan sesama teman setiap bertemu;
c)    Budaya antri;
d)    Mengatasi silang pendapat/ pertengkaran; dan
e)    Kegiatan kesetiakawanan sosial dan peduli terhadap musibah atau bencana.
3.    Keteladanan.
a)    Berbicara dan Berbahasa yang baik; dan
b)    Memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. Mekanisme pelaksanaan kegiatan tidak terprogram adalah:
1)      Kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin diimplementasikan dengan kegiatan rutin peserta didik sehari-hari.
2)      Kegiatan pengembangan diri yang bersifat spontan dilaksanakan sesuai kondisional dan bersifat incidental, penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif dengan kategori sebagai berikut: Katagori Keterangan A Sangat Baik B Baik C Cukup D Kurang E Sangat Kurang

4. Pengaturan Beban Belajar
Beban belajar di SMP Negeri 1 Pemulutan diatur berdasarkan penggunaan sistem pengelolaan program pendidikan yang berlaku di sekolah pada umumnya saat ini, yaitu menggunakan sistem paket, adapun pengaturan beban belajar pada sistem tersebut sebagai berikut: a. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester gazal dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap b. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah antara 0% - 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan, pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. c. Alokasi waktu untuk praktek, dua jam kegiatan praktek di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktek di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Rincian beban belajar yang di maksud adalah sebagai berikut: Minggu, Satu jam, Jumlah jam Waktu efektif Kelas pembelajaran /Pertahun tatap muka/menit /perminggu /jam per tahun ajaran VII (kelas), 40 (menit/ttp.muka), 32 (jlh.jam/Minggu ttp mk), 40 (Minggu efektif/Th), VIII (kelas), 40 (menit/ttp.muka), 32 (jlh.jam/Minggu ttp mk), 40 (Minggu efektif/Th) IX (kelas), 40 (menit/ttp.muka), 32 (jlh.jam/Minggu ttp mk), 40 (Minggu efektif/Th) 
5. Ketuntasan Belajar
Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik, kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal, kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik, oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya.
Kriteria ketuntasan minimal dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik, penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal di SMP Negeri 1 Pemulutan mempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut: a.KKM ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran sebelum awal tahun ajaran dimulai. b.Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dilakukan melalui metode kuantitatif, yaitu dilakukan dengan rentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan kriteria yang ditentukan; c.Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar dan standar kompetensi d.Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata-rata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut. e. Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebut; f.Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semua KKM, SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor) peserta didik; Hal-hal yang diperhatikan dalam penentuan kriteria ketuntasan minimal adalah: a.Tingkat kompleksitas, kesulitan/kerumitan setiap indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut: 1). guru yang memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik; 2). guru yang kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi; 3). guru yang menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan; 4). peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi; 5). peserta didik yang cakap/terampil menerapkan konsep; 6). peserta didik yang cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan; 7). waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan/latihan; 8). tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan belajar. b. Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. 1). Sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran; 2). Ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian stake kholders sekolah c. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik Penetapan intake di kelas VII dapat didasarkan pada Nilai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional, Raport kelas VI atau psikotes; sedangkan penetapan intake di kelas VIII dan IX berdasarkan kemampuan peserta didik di kelas sebelumnya.Untuk melakukan analisis setiap indikator, dibuat skala penilaian yaitu: Kriteria dan Skala Penilaian Aspek yang dianalisis Tinggi Sedang Rendah Kompleksitas 50- 65, 65-79, 80-100 Daya Dukung 80-100, 65-79, 50-65 Intake siswa 80-100, 65-79, 50-65 Berdasarkan musyawarah guru mata pelajaran, ketuntasan belajar minimal (KKM) di SMP Negeri 1 Pemulutan pada Tahun Pelajaran 2011 / 2012, adalah sebagaimana tercantum pada tabel di bawah ini:

NO
BIDANG STUDI
KKM KELAS PADA SEMESTER
VII
VII
VIII
VIII
IX
IX
A
MATA PELAJARAN
GAZAL
GENAP
GAZAL
GENAP
GAZAL
GENAP
1
Agama
65
70
70
73
75
78
2
Pendidikan Kewarganegaraan






3
Bahasa Indonesia






4
Bahasa Inggris






5
Matematika






6
IPA






7
IPS






8
Seni Budaya






9
Penjaskes






10
Teknologi Informasi Komunikasi






B
Muatan Lokal






11
Kerajinan


















NILAI TPK/KKM
VII
VIII
IX
A
Mata Pelajaran



1
Agama
65
70
73
2
Pendidikan Kewarganegaraan
65
67
70
3
Bahasa Indonesia
65
66
68
4
Bahasa Inggris
62
63
65
5
Matematika
61
62
63
6
IPA
65
65
65
7
IPS
65
65
65
8
Seni Budaya
65
65
65
9
Pendididkan Jasmani
65
65
65
10
Teknologi Informatika Komunikasi
60
60
70
B
Muatan Lokal




11. Kerajinan
65
65
65

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
a. Kriteria Kenaikan Kelas 1) Regulasi penilaian Nilai rapor merupakan akumulasi dari pencapaian belajar siswa yang diukur melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas dengan berbagai macam teknik dan instrumen penilaian yang relevan, pencapaian belajar yang dimaksud meliputi penguasaan peserta didik dalam semua standar kompetensi (SK) pada masing-masing mata pelajaran, dengan kata lain, penilaian dilakukan untuk setiap kompetensi dasar (KD) pada semua SK pada masing-masing mata pelajaran melalui berbagai bentuk penilaian. Nilai rapor merupakan rata-rata nilai ulangan harian, ulangan tengah semester, dan semester, Pembobotan dan penghitungan nilai rapor yang di tetapkan di SMP Negeri 1 Pemulutan adalah: a). Nilai Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS), dan Ulangan Akhir Semester (UAS) bobotnya adalah: 60% : 20% : 20%. b). Perhitungan nilai rapor = (60% × UH) + (20% × UTS) + (20% × US) atau {(3 × UH) + UTS + UAS}/5 Semua nilai mata pelajaran dinyatakan dengan angka skala 0 – 100, peserta didik yang belum mencapai KKM harus diberi pembelajaran dan penilaian remedial sehingga mencapai ketuntasan. Bila dalam waktu yang tersedia (hingga akhir semester) yang bersangkutan belum juga mencapai KKM, pencapaian/nilai tertinggi yang ia peroleh yang dimasukkan ke dalam rapor.
7. Kenaikan kelas dan Kelulusan
Kenaikan kelas dan kelulusan dilaksanakan pada setiap akhir tahun dengan kriteria kenaikan kelas untuk setiap peserta didik diatur sebagai berikut:
a)    Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada kelas yang bersangkutan.
b)    Peserta didik dinyatakan naik kelas bila semua mata pelajaran memiliki nilai ≥ KKM masing-masing mata pelajaran.
c)    Peserta didik dinyatakan naik bersyarat bila paling banyak 4 mata pelajaran memiliki nilai kurang dari KKM masing-masing mata pelajaran, dan tidak memiliki nilai ≤ 50.
d)    Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas bila lebih dari 4 mata pelajaran memiliki nilai kurang dari KKM masing-masing mata pelajaran, atau memiliki nilai ≤ 50.
e)    Kehadiran peserta didik dalam kegiatan belajar di kelas sekurang-kurangnya 90 % hari dari hari belajar efektif.
f)     “Kegiatan pengembangan diri mendapat nilai minimal baik.”
g)    Peserta didik yang dinyatakan naik bersyarat harus menuntaskan Kompetensi Dasar yang belum mencapai nilai Ketuntasan Minimal. c.Kriteria Kelulusan Kelulusan Peserta Didik dilaksanakan pada setiap akhir tahun dengankriteria kelulusan diatur sebagai berikut: a.Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b.Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk kelompok mata pelajaran Agama dan akhlak mulia, Kewarganegaraan dan kepribadian, Estetika, Jasmani, olah raga dan kesehatan; c.Lulus Ujian Sekolah dengan nilai sekurang-kurangnya sama dengan KKM mata pelajaran yang bersangkutan d.Lulus Ujian Nasional dengan nilai sekurang-kurangnya sesuai dengan ketentuan yang ditentukan pemerintah; dan e.Mengikuti kegiatan belajar di kelas IX sekurang-kurangnya 90 % hari belajar efektif.
8. Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill)
Kecakapan hidup merupakan salah satu fokus analisis dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang menekankan pada kecakapan hidup dan bekerja, dengan dimasukkannya program pendidikan kecakapan hidup dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dilandasi kenyataan bahwa dalam pendidikan tidak hanya mengejar pengetahuan semata tetapi juga pada pengembangan keterampilan, sikap, dan nilai-nilai tertentu yang dapat direfleksikan dalam kehidupan peserta didik.
Pendidikan kecakapan hidup bukan merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri melainkan terintegrasi melalui mata pelajaran-mata pelajaran, sehingga pedidikan kecapakan hidup dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang ada, pendidikan kecakapan hidup dapat dilakukan melalui kegiatan intra/ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan karakteristik, emosional, dan spiritual dalam prospek pengembangan diri, yang materinya menyatu pada sejumlah mata pelajaran yang ada. Adapun Kecakapan hidup meliputi: a. Kecakapan personal (personal skill) Kecapakan personal mencakup kesadaran diri dan berpikir rasional, kesadaran diri merupakan tuntutan mendasar bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya di masa mendatang. 1) Kesadaran diri difokuskan pada kemampuan peserta didik untuk melihat sendiri potret dirinya. Kesadaran akan eksistensi diri sebagai makhluk Tuhan YME, makhluk sosial, dan makhluk lingkungan serta kesadaran akan potensi diri dan dorongan untuk mengembangkannya. 2) Kecakapan berpikir merupakan kecakapan dalam menggunakan rasio atau pikiran, kecakapan ini meliputi kecakapan menggali informasi, mengolah informasi, dan mengambil keputusan secara cerdas, serta mampu memecahkan masalah secara tepat dan baik. b. Kecakapan sosial (social skill) Kecakapan sosial mencakup kecakapan berkomunikasi, dan kecakapan bekerjasama berupa 1) Kecakapan berkomunikasi Kecakapan berkomunikasi dapat dilakukan baik secara lisan maupun tulisan, komunikasi secara lisan adalah sangat penting, maka perlu ditumbuh kembangkan sejak dini kepada peserta didik. Komunikasi secara tertulis diperlukan kecakapan bagaimana cara menyampaikan pesan secara tertulis dengan pilihan kalimat, kata- kata, tata bahasa, dan aturan lainnya agar mudah dipahami orang atau pembaca lain. 2) Kecakapan bekerjasama bekerja dalam kelompok atau tim merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dielakkan sepanjang manusia hidup, untuk bekerja dalam kelompok diperlukan adanya kerjasama, kerjasama yang dimaksudkan adalah bekerjasama adanya saling pengertian dan membantu antar sesama untuk mencapai tujuan yang baik, hal ini agar peserta didik terbiasa dan dapat membangun semangat komunitas yang harmonis. c. Kecakapan akademik (academic skill) Kecakapan akademik seringkali disebut juga kecakapan intelektual atau kemampuan berpikir ilmiah yang pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecakapan berpikir secara umum, namun mengarah kepada kegiatan yang bersifat keilmuan. d. Kecakapan vokasional (vocational skill) Kecakapan ini seringkali disebut dengan kecakapan kejuruan, artinya suatu kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat atau lingkungan peserta didik, kecakapan vokasional lebih cocok untuk peserta didik yang menekuni pekerjaan yang mengandalkan keterampilan psikomotorik daripada kecakapan berpikir ilmiah, namun bukan berarti peserta didik SMP tidak layak untuk menekuni bidang kejuruan seperti ini, misalnya merangkai dan mengoperasikan komputer. Kecakapan vokasional memiliki dua bagian, yaitu: kecakapan vokasional dasar dan kecakapan vokasional khusus yang sudah terkait dengan bidang pekerjaan tertentu.
Pendidikan kecakapan hidup di SMP Negeri 1 Pemulutan dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler, pendidikan kecakapan hidup yang dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan karakteristik, emosional, dan spiritual dalam prospek pengembangan diri, materinya menyatu pada sejumlah mata pelajaran yang ada
Berikut ini disajikan tabel analisis untuk mengintegrasikan kecakapan hidup dalam materi muatan wajib yang mengacu pada tujuan pendidikan di SMP Negeri 1 Pemulutan pada tahun Pelajaran 2011/2012
Pengembangan Kecakapan Hidup
NO
MAT.PEL
TUJ.PENDD
Personal
Akademik
Sosial
Vokasional
1
PAI
Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
V
V


2
PKn
Membentuk peserta didik menjadi Kewarganega raan yang memiliki wawasan dan rasa kebersa maan, cinta tanah air, serta bersikap dan berperilaku demokratis
V
V


3
Bahasa
Membentuk peserta didik mampu berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan
V
V
V

4
Matematika
Mengembangkan logika dan kemampuan berpikir peserta didik
V
V
V

5
IPA
Mengembangkan Pengetahuan dan kemampuan peserta didik terhadap lingkungan dan alam sekitarnya
V
V
V

6
IPS
Mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan Sosial peserta didik terhadap kondisi sosial masyarakat

V
V

7
Seni dan Budaya
Membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki V V rasa seni dan pemahaman budaya
V
V


8
Penjas
Membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, serta menumbuhkan rasa sportivitas
V
V


9
TIK
Membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki keterampilan
V
V
V
V
10
Mulok
Membentuk pemahaman terhadap potensi sesuai dengan ciri khas di daerah tempat tinggalnya
V
V


11
Pengem
Bangan Diri
Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan meng ekspre sikan diri sesuai dengan kebutu han, minat, dan bakat.
V
V
V
V
Pendidikan Kecakapan Hidup yang dilaksanakan dalam kegiatan extrakurikuler di SMP Negeri 1 Pemulutan pada Tahun Pelajaran 2011/2012 berupa kegiatan: a. Olah Raga; dan b. Pengoperasion Komputer.



9. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global
Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global, di samping itu Kurikulum SMP Negeri 1 Pemulutan mengikutsertakan persamaan gender dan pendidikan karakter bangsa dalam materi pembelajaran, pendidikan berbasis unggulan lokal merupakan ilmu dan aplikasi pendidikan yang implementasinya dipengaruhi oleh tempat di mana ia dipergunakan dan digunakan untuk mengembangkan unggulan lokal sejalan dengan kebijakan nasional yaitu otonomi daerah yang bernuansa nasional dan global. Unggulan lokal adalah kondisi dan kekuatan yang ada di daerah tertentu yang satu sama lain berbeda tetapi masih dalam keutuhan nasional dan global. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik, pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan local, pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan kelompok mata pelajaran estetika, atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan, pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi, pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pemulutan pada Tahun Pelajaran 2011 / 2012 dalam bentuk: a.Unggulan Mata Pelajaran meliputi: 1) Mata Pelajaran Matematika  2) Mata Pelajaran Bahasa Inggris, Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara pengecekan pemahaman penguasaan matematika oleh guru yang mengajar pada jam pertama serta diadakan klinik matematika untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan penguasaan matematika, dan pengecekan penguasaan kosa kata bahasa inggris setelah jam terakhir oleh guru yang mengajar pada jam terakhir b.Unggulan dalam ketrampilan dan seni meliputi: 1) Tekonologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) 2) Seni Suara  3) Kepramukaan,  4). Olah Raga. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler dan latihan khusus untuk menghadapi even tertentu.
BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN
Kalender pendidikan disusun pada awal tahun pelajaran untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran peserta didik dan kegiatan sekolah selama satu tahun pelajaran, isi kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran,minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, hari libur dan pelaksanaan kegiatan sekolah. Pengaturan waktu belajar di sekolah berdasar pada alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen Standar Isi dengan memperhatikan kebutuhan sekolah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah, beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender pendidikan adalah:
1. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan, permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.
2. Minggu belajar efektif adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran.
3. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran, termasuk muatan lokal ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
4. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal, hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah Kabupaten dapat menetapkan hari libur khusus.
5. Waktu libur berbentuk jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional dan hari libur khusus.
6. Libur jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran digunakan untuk penyiapan kegiatan dan adminstrasi akhir dan awal semester/tahun.
7. Sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif
8. Bagi sekolah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.
9. Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/ Kabupaten/Kota. Adapun alokasi waktu pembelajaran pada tahun pelajaran 2011 /2012 diSMP Negeri 1 Pemulutan diperhitungkan sebagai berikut:

KALENDER PENDIDIKAN
NO
BULAN
Minggu Efektif
Hari Efektif
Hari
Tidak Efk
Hari
Libur
Total

1
Juli 2011
3
11
3
1
18

2
Agustus 2011
4
16
0
11
31

3
September 2011
4
22
0
40
30

4
Oktober  2011
5
20
6
0
31

5
Nopember 2011
4
26
0
0
30

6
Desember 2011
4
7
16
4
31


Jumlah
24
102
25
20
171

7
Januari 2012
5
23
0
4
32

8
Pebruari 2012
4
23
0
2
29

9
Maret 2012
4
20
6
1
31

10
April 2012
5
23
1
1
30

11
Mei 2012
4
12
15
0
31

12
Juni 2012
4
8
14
4
30

13
Juli 2012
2


9
11


Jumlah
28
109
36
21
194

Jumlah Seluruh
52
211
61
41
385

NO
BULAN
Minggu Efektif
MINGGU TIDAK EFEKTIF
JUMLAH
1
Juli 2011
3
Mid semester I
1
2
Agustus 2011
4
US.1
1
3
September 2011
4
Persiapan Pengisian Rapor
1
4
Oktober  2011
5
Libur Semester 1
2
5
Nopember 2011
4
Mid semester 2
1
6
Desember 2011
4
Ujian Praktek Kls IX
1
7
Januari 2012
5
UAS. 2 Kls IX
1
8
Pebruari 2012
4
US. 2 Kls. VII & 8
1
9
Maret 2012
4
Persiapan Pengisian Rapor
1
10
April 2012
5
Libur Semester 2
2
11
Mei 2012
4


12
Juni 2012
4


13
Juli 2012
2



Jumlah
52
Jumlah
12









Keterangan:
Jumlah Minggu Efektif                                                                                   : 52 Minggu
Pembagian Sebagai Berikut:
A.         Jumlah minggu efektif dan aktif belajar                                          : 40 Minggu
B.         Jumlah minggu efektif tapi tidak efektif belajar                               : 12 Minggu
Perincian Sebagai Berikut:
1.             Mid semester I                                                                    : 1 Minggu
2.             US.1                                                                                   : 1 Minggu
3.             Persiapan Pengisian Rapor US.1                                          : 1 Minggu
4.             Libur Semester 1                                                                 : 2 Minggu
5.             Mid semester 2                                                                    : 1 Minggu
6.             Ujian Praktek Kls IX                                                           : 1 Minggu
7.             UAS.2 Kls IX                                                                     : 1 Minggu
8.             US.2 Kls. VII & 8                                                               : 1 Minggu
9.             Persiapan Pengisian Rapor US.2                                          : 1 Minggu
10.         Libur Semester 2                                                                  : 2 Minggu

C.   Jumlah A + B                                                                                               : 52 Minggu                                        
SMP Negeri 1 Pemulutan
Kabupaten Ogan Ilir
Kepala,


ZAILANI ABKA, S.Pd. I
NIP.19530721 198202 1 001


Pemulutan, 05 Januari 2012

Wakil Kurikulum,


INDRA GUNAWAN, S. Ag
NIP.197006252000031003